Masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing dengan penyakit Demam Berdarah ini. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit menular yang paling mematikan yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti. Menurut data, sepanjang tahun 2020 sudah lebih dari 95.000 kasus demam berdarah yang terjadi di seluruh Indonesia, dan korban yang meninggal akibat demam berdarah hampir menyentuh angka 700 orang. Data ini belum merupakan data keseluruhan sampai akhir tahun. Jadi kemungkinan kasus yang terjadi, lebih dari itu sampai tutup akhir tahun. Apalagi di tahun 2020 dunia digegerkan dengan virus covid, jadi selama 2020, masyarakat Indonesia harus berjuang melawan maraknya virus covid dan demam berdarah.

Corona vs DBD di Indonesia, Siapa yang Lebih Ganas? DBD Sudah Tewaskan 104  Jiwa - Tribun Banyumas

Asal Usul Penyakit Demam Berdarah

Penyakit demam berdarah ini biasa banyak terjadi di daerah tropis, yang diakibatkan karena gigitan nyamuk aedes aegypti. Nyamuk yang memiliki corak hitam putih horizontal di badannya. Nyamuk ini biasa bertumbuh dan berkembang biak di air bersih. Banyak orang sering salah kaprah mengenai perbedaan penyakit dbd ini dan malaria. Walaupun kedua penyakit ini sama-sama berasal dari gigitan nyamuk dan gejala umum yang terjadi cenderung sama yaitu demam tinggi, tapi kedua penyakit ini berbeda. Cara mengobati pun kedua penyakit ini adalah berbeda. Jadi kalian harus mengenali ciri-ciri penyakit dbd dan malaria, serta perbedaannya.  

Untuk penyakit dbd ini, gigitan nyamuk aedes aegypti ini membawa virus dengue yang menyebabkan terjadinya dbd. Kalau malaria, gigitan nyamuk anopheles ini membawa parasit, yang nantinya akan masuk ke dalam peredaran darah dan ini yang akan menyerang sistem tubuh dan terjadilah penyakit malaria. Masa inkubasi untuk orang penderita dbd pun sekitar 4 sampai dengan 10 hari. Sedangkan malaria selama 7-30 sampai dengan gejalanya muncul. 

Perhatikan Gejala-Gejala Yang Ditimbulkan Dari DBD

Pada penyakit dbd ini, gejala yang ditimbulkan dari saat setelah digigit oleh nyamuk aedes aegypti adalah 4 sampai dengan 10 hari. Kalian bisa memperhatikan gejala-gejalanya, sehingga kalian bisa cepat mengatasi penyakit ini dengan cepat dan tepat. 

  • Penyakit ini sering banyak terjadi di daerah tropis. Jadi jika kalian habis bepergian dari daerah tropis seperti Afrika, Asia tenggara, India, Timur tengah, Karibia, Amerika, Australia, Pasifik selatan dan tengah dan lainnya, Dan tak lama dari kembalinya kalian dari tempat-tempat itu kalian mulai mengalami demam, sebaiknya kalian segera berhati-hati. Perhatikan gejalanya, dan jika gejala-gejalanya menyerupai gejala dbd, sebaiknya kalian segera memeriksakan diri ke dokter, karena penyakit ini adalah penyakit yang bisa menular. 
  • Demam yang bisa mencapai 40 derajat celcius.
  • Sakit kepala yang tak tertahankan.
  • Nyeri pada otot, sendi dan tulang.
  • Mual dan muntah.
  • Rasa nyeri atau sakit di bagian belakang mata.
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening.
  • Ruam pada kulit dan menimbulkan bintik-bintik merah. 

Fase-Fase Yang Harus Kalian Perhatikan Dalam DBD

Fase-fase penting yang akan dialami atau dilewati oleh si penderita DBD yang harus kalian ketahui:

  • Fase demam
    Demam yang berlangsung 2 sampai 7 hari dan dibarengi gejala lain seperti sakit kepala dan nyeri pada otot.
  • Fase kritis
    Setelah 10 hari, demam akan mulai turun, tapi fase inilah yang berbahaya, karena pada fase ini rawan terjadi pendarahan pada penderita. 
  • Fase penyembuhan
    Setelah melewati masa kritis, penderita akan mulai naik lagi demamnya. Ini adalah pertanda bagus, karena ini merupakan masa di mana trombosit mulai perlahan naik.